Oleh: Ustadz Cecep
Sholehudin, Lc.
Pertanyaan tersebut akan menjadi sebuah
pertanyaan yang klise dan tak bermakna bagi mereka yang meyakini bahwa
akal adalah satu-satunya instrumen untuk menemukan kebenaran dan
kebathilan, bagi mereka yang meyakini bahwa agama itu adalah sama dan
walaupun terjadi perbedaan hanyalah sekedar perbedaan ekspresi dan cara
semata, dan bagi mereka yang terbiasa memperjual-belikan hukum-hukum
Allah dengan uang dan peluang. Bagi mereka semua sholat adalah sebuah
ritualitas ibadah yang hanya membuang-buang waktu dan membodohi diri.





